Agen Domino 99 Bandarq Dan Poker Online Terpercaya

Sabtu, 12 Agustus 2017

Saksi Kunci e-KTP Johannes Marliem Tewas, Bukti 500 GB Tidak Dikubur kan? Masih Bisa Diusut!

Agen Domino99
HONDAQQ , Jakarta - Johannes Marliem diberitakan merekam seluruh percakapan dengan orang-orang yang terlibat dalam kasus mega korupsi e-KTP yang merugikan negara senilai nyaris setengah dari anggaran 6 Triliun. Hampir 3 triliun (tepatnya 2,3 triliun, maaf dengan ke-lebay-an saya) anggaran e-KTP dibagi habis ke seluruh orang-orang yang ada.

Johannes Marliem pada saat itu menjadi seorang pengusaha penyedia AFIS (automated finger-print identification system) untuk merekam jari para penduduk yang akan dicetak ke dalam e-KTP, juga sekaligus dapat menjadi data yang disimpan di dalam pemerintahan.

Dari awal, memang penyedia layanan AFIS untuk e-KTP sudah merencanakan untuk merekam seluruh percakapan dengan satu tujuan yang bagi saya sangat mantap, yakni ‘Keeping everybody in honest’.



Namun sayangnya, niat baik Johannes Marliem ini dianggap sebagai ancaman oleh para ‘bangsat-bangsat’ politik yang terjerat dalam kasus korupsi e-KTP. Data 500GB itu disebut-sebut menjadi sebuah rekaman mantap yang akan membongkar habis seluruh kasus. Bukti rekaman yang disimpan itu dianggap sebagai sebuah kunci master atau master key yang akan membuka apa saja yang terjadi.

Publik heboh dengan pemberitaan yang justru tidak penting. Kita tahu beberapa media pemberitaan pun masih saja tergiur dengan rating, yang membuat berita-berita aneh. Dikabarkan Johannes masih melakukan posting di akun Twitternya, padahal ia sudah meninggal.

Sekarang kita harus berpikir sederhana saja. Jikalau memang ia sudah meninggal, artinya yang posting itu bukan dia. Jika emang dia belum meninggal, artinya yang posting itu dia. Rasanya pemberitaan ini hanya membuat menyimpang inti dari permasalahan yang ada.

Inti dari permasalahan yang ada adalah sebuah kunci master yang dianggap sebagai bukti kuat kasus korupsi e-KTP. Memang dengan artikel ini, saya akan dicap sebagai orang yang tidak berperikemanusiaan, karena menganggap sepi akan kejadian nahas yang menimpa Johannes Marliem dan keluarganya.



Namun saya harus berkata dengan pahit, bahwa memang sosok Johannes Marliem yang dikabarkan sudah meninggal, seharusnya tidak akan memengaruhi pengusutan kasus korupsi e-KTP. Jika nyawa orang tak bersalah bisa habis karena dugaan ‘bunuh diri’ apalagi dikait-kaitkan dengan kasus e-KTP, rasanya cukup fair jika para koruptor harus diancam juga nyawanya.

Jika memang Johannes Marliem benar-benar meninggal, apakah kasus korupsi e-KTP terganggu? Tentu iya Namun apakah harddisk 500 GB tersebut tidak dapat diakses? Tentu tidak! Pengusutan harus tetap berjalan. Toh file 500 GB yang dimiliki juga tidak ikut dikubur bukan? Bagaimana kelanjutan proses pengusutan e-KTP?

Indonesia memang darurat korupsi, apalagi dalam pemerintahan auto-pilot yang dilakukan selama 10 tahun. Banyak pembiaran-pembiaran yang terjadi. Kasus korupsi bertumbuh subur di bumi pertiwi. Para koruptor memerkosa habis sumber daya dari Ibu Pertiwi. Pajak dari rakyat dinikmati oleh oknum-oknum yang saya sebut ‘bangsat’ di atas.

Sudah seharusnya Indonesia lepas dari jeratan masa lalu yang begitu kelam. Bukan hanya 10 tahun, bahkan beberapa periode yang lampau pun, sudah sarat korupsi. Kebangkitan kembali para penguasa lama dengan pemikiran yang lebih maju, membuat Indonesia semakin rentan. Jokowi dan KPK tidak boleh dibiarkan tersendiri. Mereka harus dikawal dan ditemani oleh rakyat.

Maka sangat berlebihan bagi saya jika kasus e-KTP ini tertunda karena saksi kunci yang sudah mati. Saksi kunci Johannes Marliem memang boleh saja tidak ada lagi di dunia ini, namun saksi mati yang lebih penting masih ada, yakni file 500 GB. Lantas sah atau tidaknya file tersebut, seharusnya bisa diselidiki dengan kasus hukum.

Saya rasa, seorang Johannes Marliem cukup cerdas untuk mempersiapkan legalitas dari rekaman tersebut. Kita tahu bahwa di dalam kasus rekaman proyek yang pernah menjerat Setya Novanto, MKD memutuskan bahwa rekaman papa minta saham dan main golf tersebut dianggap tidak legal karena tidak ada payung hukumnya.

Gubrak, licin sekali Setya Novanto ini.

Sudirman Said harus menerima kekalahan atas Setya Novanto dengan telak pada saat itu. Pengeroyokan anggota MKD kepada Sudirman Said sempat membuat heboh. Rekaman yang dianggap ilegal tersebut mementahkan usaha yang dilakukan. Kasihan sekali Sudirman Said harus menelan kekalahan, padahal bukti kuat tersebut sudah dibuka rekamannya di hadapan MKD.

Pada saat itu setan menang 1-0 terhadap kebenaran. Akankah sekarang rekaman yang katanya sebesar 500 GB ini akan membuat setan menang lagi, atau kondisi menjadi seimbang? Rasanya untuk memenangkan kebenaran dari setan menjadi 2-1 agak sulit. Indonesia masih belum siap menerima kebenaran.

Betul kan yang saya katakan? .Agen Bandarq









Sumber : Hondaqq
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Hondaqq.com Agen Domino 99 Bandarq Dan Poker Online Terpercaya