Agen Domino 99 Bandarq Dan Poker Online Terpercaya

Minggu, 03 Desember 2017

Jelang Tahun Politik, Hati-Hati Berita Hoaks...


HondaQQ - Dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak berseteru satu sama lain di tahun politik. Tahun politik yang dimaksud Presiden adalah pemilihan kepala daerah serentak 2018 dan pemilihan umum 2019.

"Pilih pemimpin yang baik setelah itu rukun kembali. Jangan sampai dibawa bertahun-tahun suasana Pemilu masih ada, kebencian diangkat-angkat terus," kata Presiden Jokowi seperti dikutip banyak media.

Presiden mengajak agar masyarakat rukun usai pemilihan umum selesai. Imbauan Presiden tersebut terkait dengan fenomena di masyarakat yang seringkali masih panas walaupun pemilu sudah selesai.

Jelang tahun politik mendatang, gesekan antar-masyarakat bisa saja terjadi karena merebaknya berita hoaks. Menurut Anggota Komisi I DPR RI Arief Suditomo, penyebaran berita hoaks melalui media sosial akan semakin massif menjelang tahun politik.

"Penyebaran berita hoaks itu sudah terjadi pada Pilkada serentak tahun 2017. Apalagi Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 yang berlangsung panas," kata Arief Suditomo kepada media di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk itu, Arief mengimbau agar pemerintah melalui Kementerian Kominfo dan lembaga terkait lainnya dapat melakukan sosialisasi anti hoaks  ke masyarakat, terutama ke kampus-kampus, sekolah-sekolah dan ke kelompok-kelompok masyarakat, seperti diamanahkan dalam UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Imbauan Arief sebenarnya sudah dilaksanakan pemerintah melalui gerakan mudamudigital. Melalui mudamudigital, pemerintah secara intens mengedukasi generasi muda, khususnya yang masih kuliah, agar lebih bijak menggunakan sosial media dan juga turut menyebarkan konten positif.

Pemerintah, seperti disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Konvensi Nasional Humas (KNH) 2017 di Kota Bogor, Jawa Barat, menyadari bahwa konten negatif di media sosial tak bisa diatasi dengan cara blokir saja. Akan tetapi, dibutuhkan produksi konten-konten positif yang melibatkan semua pihak, termasuk humas.

"Berita hoaks tak hanya bisa dilakukan dengan blokir-blokir saja. Humas harus mampu memilih dan memilah informasi dengan cara kita memberikan informasi dan konten positif. Peran humas sangat besar," kata Rudiantara.

Nah, agar tak gampang terjebak berita hoaks, ada baiknya Anda memperhatikan ciri-ciri berita hoaks seperti disampaikan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.

Pertama, hoaks bisa mengakibatkan kecemasan, kebencian dan permusuhan. Kedua, sumber beritanya tidak jelas, medianya tidak terverifikasi, tak berimbang, dan cenderung menyudutkan pihak tertentu.

Ketiga, hoaks juga bermuatan fanatisme atas nama ideologi, judul dan pengantarnya provokatif, memberikan penghukuman serta menyembunyikan fakta dan data.

"Yang ada di media sosial itu informasi, belum terverifikasi kebenarannya. Oleh karena itu, jika ada berita di media sosial, baca dengan teliti, klarifikasi kebenarannya, verifikasi dengan cara membandingkan berita yang sama dari sumber berbeda, jangan langsung diterima atau disebar ulang," kata Yosep.

Agen Domino 99



Share:

Terungkap Misteri Yeti Si Manusia Salju yang Keji

- Honda QQ - Penampakan Yeti atau manusia salju yang keji, telah dilaporkan ada selama berabad-abad di Nepal dan Tibet. Makhluk misterius yang digambarkan seperti kera ini, dikatakan menghuni pegunungan tinggi di Asia.


- Agen Domino 99 - Jejak kaki juga pernah terlihat, sehingga cerita terus ada dan diturunkan dari generasi ke generasi. Bahkan beberapa film Hollywood kerap mengambil sosok Yeti, dimana digambarkan sebagai salah satu karakter yang menyeramkan.

Studi DNA telah dilakukan baru-baru ini. Di mana sampel diambil dari sosok yang diduga Yeti, dari salah satu koleksi musem. Dn hasilnya menunjukkan, bahwa makhluk legenda misterius asal Himalaya tersebut, memiliki asal-usul yang biasa-biasa saja.

Periset dari Universitas di Buffalo menganalisis sembilan spesimen 'Yeti' - termasuk sampel tulang, gigi, kulit, rambut dan feses - yang dikumpulkan di Himalaya dan Dataran Tinggi Tibet.

Temuan tersebut diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B. Dan menunjukkan bahwa satu beberapa sampel adalah seekor anjing.

Delapan lainnya berasal dari beruang hitam Asia, beruang cokelat Himalaya atau beruang cokelat Tibet.

Dr Charlotte Lindqvist, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan: "Temuan kami sangat mengesankan bahwa dasar-dasar biologis legenda Yeti dapat ditemukan di beruang lokal. Dan penelitian kami menunjukkan, bahwa genetika harusnya dapat mengungkap misteri serupa lainnya."

Tim ini bukan yang pertama meneliti DNA 'Yeti', namun Dr Lindqvist mengatakan bahwa proyek sebelumnya menjalankan analisis genetika yang lebih sederhana, yang membuat pertanyaan penting tidak terselesaikan.

Dr Linqvist mengatakan: "Penelitian ini merupakan analisis yang paling ketat sampai saat ini, dari sampel yang diduga berasal dari makhluk mirip anomali atau "makhluk hominid"."

Timnya menyelidiki sampel seperti secarik kulit dari tangan atau kaki 'Yeti' - bagian dari relik monastik - dan fragmen tulang femur dari 'Yeti' yang membusuk, yang ditemukan di sebuah gua di Dataran Tinggi Tibet.

Sampel kulitnya ternyata berasal dari beruang hitam Asia, dan tulangnya berasal dari beruang cokelat Tibet.

Sampel 'Yeti' yang diperiksa oleh Dr Lindqvist diberikan oleh perusahaan produksi Inggris Icon Films. Serta menelusuri asal-usul legenda Yeti, karya Dr Lindqvist juga mengungkap informasi tentang sejarah evolusioner beruang Asia.

"Beruang di wilayah ini rentan atau terancam punah dari perspektif konservasi, namun tidak banyak yang diketahui tentang sejarah masa lalu mereka," tambahnya.

Beruang coklat Himalaya, misalnya, sangat terancam punah. Mengklarifikasi struktur populasi dan keragaman genetik, dapat membantu dalam memperkirakan populasi mereka saat ini.

Ilmu pengetahuan bisa menjadi alat yang berguna, dalam mengeksplorasi akar mitos tentang makhluk besar dan misterius.

SEJARAH YETI

Laporan pertama Yetis muncul sebelum abad ke-19 dari umat Buddha, yang percaya bahwa makhluk tersebut menghuni Himalaya.
Mereka menggambarkan binatang misterius itu memiliki kesamaan dengan seekor kera, dan membawa batu besar sebagai senjata saat membuat suara bersiul.

Pendaki gunung Inggris Don Whillans mengaku telah menyaksikan makhluk misterius ini, saat menskalakan Annapurna pada tahun 1970. Dia mengatakan bahwa saat mencari tempat perkemahan, dia mendengar beberapa teriakan aneh yang panduannya dikaitkan dengan panggilan Yeti.

PENAMPAKAN DAN KLAIM TENTANG KEBERADAAN YETI

1832: Sebuah buku tentang pengalaman trekker BH Hodgon di Nepal mengingat penampakan makhluk bertubuh tinggi dan bipedal yang diliputi rambut panjang berwarna gelap. Hodgson menyimpulkan bahwa itu adalah orangutan.

1899: Laurence Waddell melaporkan pembimbingnya melihat makhluk mirip kera dan melihat jejak kaki. Dia menduga mereka melihat beruang.

1925: NA Tombazi, seorang fotografer, menulis bahwa ia melihat seekor makhluk di Himalaya yang berjalan tegak seperti manusia, berwarna gelap, dan tidak memakai pakaian.

1951: Eric Shipton menangkap gambar dari apa yang beberapa orang percaya adalah jejak Yeti.

1948: Peter Byrne mengaku telah menemukan jejak Yeti di India.

1953: Sir Edmund Hillary melaporkan melihat jejak kaki yang besar saat menaiki Gunung Everest. Dia mengabaikan laporan Yeti sebagai tidak dapat digambarkan.

1954: Pemimpin Mountaineering John Jackson memotret lukisan simbolis Yeti bersama dengan banyak set jejak kaki di Nepal, beberapa di antaranya tidak dapat diidentifikasi.

1959: Timbul Yeti diambil dan dianalisis. Mereka ditemukan mengandung parasit yang tidak dapat diidentifikasi.

1959: Aktor James Stewart, saat berkunjung ke India, dilaporkan menyelundupkan Yeti tetap ke London.

1960: Sir Edmund melakukan ekspedisi untuk mengumpulkan dan menganalisis bukti fisik Yeti. Dia tidak menemukan hal yang meyakinkan.

1970: Pendaki gunung Inggris Don Whillans mengaku telah menyaksikan makhluk itu saat berada di Annapurna.

1983: Daniel Taylor dan Robert Fleming Jr memimpin ekspedisi Yeti ke Lembah Barun Nepal tempat jejak kaki ditemukan.

1996: Sebuah film tipuan Yeti berjudul The Snow Walker Film disiarkan.

2007: Program TV AS Destination Truth melaporkan menemukan jejak kaki Yeti di wilayah Everest.

2008: BBC melaporkan bahwa rambut yang dikumpulkan di India Utara-Timur diuji, namun hasil tentang makhluk apa yang berasal tidak meyakinkan.

2008: Petualang Jepang memotret jejak kaki yang diperkirakan berasal dari Yeti.

2011: Pada sebuah konferensi di Rusia, ilmuwan dan penggemar mengklaim memiliki 95 persen bukti keberadaan Yeti. Itu kemudian diklaim sebagai aksi publisitas.

2011: Seorang pemburu mengklaim telah melihat makhluk beruang seperti mencoba membunuh salah satu dombanya di Rusia.

2013: Pendaki Inggris Mike Rees menangkap gambar jejak kaki di Himalaya yang diperkirakan menawarkan bukti lebih lanjut tentang keberadaan Yeti.

2014: Video dari 'sosok berbulu' ditangkap di sebuah hutan di Rusia.


Salam 



Share:

Sabtu, 02 Desember 2017

Bungkukkan Badan, Jokowi Beri Hormat ke Puluhan Ribu Guru


HondaQQ - Presiden Joko Widodo memberikan salam penghormatan kepada guru atas jasa-jasanya yang telah mencerdaskan anak-anak indonesia. Untuk menunjukkan rasa hormatnya itu, Jokowi membungkukkan badannya di hadapan puluhan ribu guru.

Momen itu terjadi dalam peringatan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) dan Hari Guru Nasional 2017 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/12/2017).

Saat membuka pidato, Jokowi mengatakan, dia tidak bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia tanpa jasa guru-gurunya.

"Bapak ibu guru yang saya banggakan, perlu saya tegaskan di sini, saya tak mungkin berdiri di sini tanpa didikan guru-guru saya," kata Jokowi.

"Oleh sebab itu, saya ingin sampaikan hormat takzim saya terhadap guru-guru saya yang telah mendidik saya sehingga saya menjadi presiden," tambah mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi yang mengenakan baju seragam PGRI lalu bergeser satu langkah dari podium. Dia kemudian menundukkan badan selama beberapa detik sebelum kembali ke podiumnya.

Aksi Jokowi tersebut langsung disambut antusias oleh para guru yang hadir. Para guru yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia langsung bertepuk tangan dan bersorak histeris.

"Sekali lagi saya tak mungkin jadi presiden tanpa peran guru," ujar Jokowi lagi.

Agen Domino 99





Share:

Jumat, 01 Desember 2017

Fadli Zon Kritik soal Keadilan Umat Islam di Reuni Alumni 212



HondaQQ - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menentang pemidanaan terhadap ulama dan santri hanya karena kecurigaan terhadap gerakan Islam. Kecurigaan itu disebutnya tak beralasan dan tak mengerti sejarah.

Jika hukum tak juga bersikap adil, maka keadilan itu disebutnya akan datang saat ada pergantian penguasa.

"Umat Islam tak perlu diancam, dikriminalisasi. Untuk yang menjelek-jelekan (Islam) pasti akan berbalik sendirinya," ujar dia, saat berpidato di depan peserta Reuni Alumni 212, di Monas, Jakarta, Sabtu (2/12).

Ia menekankan, hukum seharusnya tidak berpihak kepada kepentingan politik dan penguasa. Saat kondisi ini sudah terjadi, Fadli mewanti-wanti, bahwa suatu saat keadilan akan datang. Sebab, tidak ada kekuasaan yang abadi.

"Kalau keadilan tidak bisa ditegakkan sekarang, pasti bisa ditegakkan saat pergantian kekuasaan nanti," ucap dia, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Baginya, prasangka buruk sebagian pihak terhadap aktivitas ulama dan umat Islam itu tak berasalan. Reuni Alumni 212, misalnya, adalah aktivitas yang dijamin konstitusi sebagai bentuk kemerdekaan berserikat dan berkumpul.

"Kalau ada agenda umat Islam, pasti damai. Dalam sejarah tidak pernah berkumpul sebanyak 7 juta manusia di satu tempat," kata Fadli, merujuk pada Aksi 212 pada 2 Desember 2016.

Selain itu, umat Islam disebutnya memiliki saham besar bagi tegaknya NKRI. Tokoh Masumi Mohammad Natsir, misalnya, yang sudah berjasa bagi kemerdekaan dan upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

"Kalau masih ada yang berprasangka buruk terhadap umat Islam, bahwa orang itu tak ngerti sejarah. Kalau ada orang yang melarang pengajian, itu tidak ngerti sejarah," tandas dia.

Diketahui, terminologi 'kriminalisasi ulama' santer dilontarkan Presidium Alumni 212, FPI, dan para pendukungnya merujuk kepada penetapan pimpinan FPI Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus penyebaran konten pornografi bersama Firza Husein. Rizieq kini kabur ke luar negeri.

Reuni Alumni 212 ini diketahui merupakan acara peringatan setahun Aksi 212. Ribuan massa menghadiri acara yang digelar di Monas ini.





Share:

Jangan Sembarangan Memakai Sex Toys

- Honda QQ - Bukan hal yang aneh lagi bagi pasangan suami istri yang menggunakan alat bantu seks atau sex toys. Alat tersebut memang sejak awal diciptakan untuk membantu para pasangan meraih kenikmatan seksual.

Bentuk sex toys kebanyakan menyerupai alat kelamin manusia. Beberapa jenis sex toys bisa bergetar sehingga mampu memberikan efek yang lebih merangsang kepada pemakainya. Meski alat bantu seks mampu menambahkan kenikmatan seksual bagi pasangan, para pemakainya wajib memerhatikan aspek kebersihannya.


Perhatikan Beberapa Hal Berikut

- Agen Domino 99 - Karena industri alat bantu seks terbilang baru, maka aturan keamanan dan keselamatan dari produk tersebut masih belum serinci industri lainnya. Hal-hal terkait bahan baku dan bahan kimia yang digunakan masih belum diatur dengan ketat.

Para pemakai sex toys harus mengerti dengan baik bagaimana menjaga kebersihan alat yang digunakan. Jika faktor kebersihan ternyata terlupakan, salah satu kerugiannya adalah bisa tertular oleh infeksi menular seksual dan infeksi yang bisa ditularkan melalui darah.

Beberapa infeksi menular seksual yang bisa ditularkan adalah sifilis, herpes, dan klamidia. Sedangkan penyakit yang bisa ditularkan melalui cairan darah yang rawan ditularkan melalui sex toys adalah HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C. Sex toys juga meningkatkan risiko terkena bakterial vaginosis.

Beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan aneka penyakit di atas melalui sex toys.

✖  Jangan berbagi seks toys dengan orang lain.
✖  Balut alat bantu seks, misalnya vibrator, dengan kondom jika dipakai oleh orang lain.
✖  Mencuci sex toys sebelum dan sesudah digunakan. Bila pemakaian sex toys akan berpindah dari satu area ke area tubuh lain, pencucian juga harus dilakukan.
✖  Periksa tiap lipatan atau lekukan sex toys Anda agar tidak menjadi sarang kuman. Goresan pada permukaan sex toys juga dapat menjadi sarang kuman.

Sebelum memakai sex toys, bacalah petunjuk pemakaian produk untuk mengetahui pemakaian yang benar. Pastikan juga untuk mengikuti petunjuk penyimpanan yang ada di label demi keamanan.


Miliki ini Jika Memakai Sex Toys

Tujuan utama memakai sex toys adalah untuk mendapatkan kesenangan maksimal dalam hubungan seksual Anda dan pasangan. Agar pemakaian sex toys tidak berujung bencana bagi Anda dan pasangan, maka beberapa hal berikut sebaiknya dimiliki.

✖  Pembersih antibakteri

Pembersih antibakteri ini penting sekali diaplikasikan, terutama jika Anda berbagi sex toys dengan pasangan. Mencuci dengan pembersih antibakteri juga wajib dilakukan jika alat ini digunakan pada bagian tubuh berbeda, misalnya dari anus ke vagina dan sebaliknya. Bila tidak ada pembersih antibakteri, minimal cuci dengan air dan sabun.

✖  Pelumas

Pilihlah pelumas yang berbahan dasar air karena lebih cocok bagi berbagai jenis sex toys. Jika sex toys Anda terbuat dari silikon, maka hindarilah pelumas yang berbahan dasar silikon juga. Hindari pemakaian pelumas berbahan dasar minyak jika memiliki sex toys dari bahan karet.

Anda mungkin juga perlu mempunyai baterai cadangan. Selain itu, beberapa aksesoris tambahan sex toys dapat menunjang aktifitas seksual Anda.

Dengan memerhatikan hal-hal di atas, semoga pemakaian sex toys akan membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi makin erat dan romantis, serta sehat.


Salam 


Share:
Copyright © Hondaqq.com Agen Domino 99 Bandarq Dan Poker Online Terpercaya